SMART Leadership


SMART LEADERSHIP UNTUK PEMIMPIN HEBAT DI ERA MILENIAL


Era digital yang semakin maju memaksa setiap individu untuk terus berkembang mengikuti setiap perubahan yang ada. Saat ini gadget dan internet sudah menjadi kebutuhan pokok untuk setiap orang. Penggunaan gadget dan internet ini akan sangat berguna untuk suatu organisasi maupun perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan kemampuan anggotanya.
Perkembangan teknologi berbasis digital telah merambah luas di seluruh dunia. Derasnya arus perkembangan digital menjadikan kecanggihan dan kemudahannya dapat mewarnai indahnya aktivitas di era milenial ini. Perkembangan ini menjadi tantangan generasi milenial dalam menggunakan kecanggihan digital secara optimal. Penggunaan digital dengan baik dapat membantu membuka cakrawala wawasan dan pengetahuan yang luas.
Untuk mendukung perkembangan yang semakin maju ini dibutuhkan pemimpin yang proaktif dalam menyongsong perubahan demi kemajuan dan tujuan bersama. Kontribusi seorang pemimpin menjadi pilar yang penting untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan bersama. Kemampuan dari seorang pemimpin untuk mengkoordinir anggotanya akan mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Dewasa ini banyak sekali pemimpin yang tidak memiliki kualitas sebagai seorang pemimpin. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang hanya mengejar jabatan dan materi semata, tidak heran jika mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan kekuasaan, misalnya politik uang, pemaksaan, penipuan, dan lain-lain.
Semestinya, untuk menjadi seorang pemimpin bukanlah dengan cara mengajukan diri sendiri melainkan dipilih langsung oleh para anggota. Hal ini menyebabkan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan uanglah yang menjadi pemimpin, sedangkan yang memiliki bakat menjadi seorang pemimpin akan tenggelam sehingga akan berdampak buruk karena kepemimpinannya yang tidak efektif.
Salah satu pembelajaran kepemimpinan yang harus diteladani adalah menjadi pendengar yang baik, meski dari anak buah posisi terbawah. Para pemimpin berkualitas mampu mendengar dan memahami orang lain terlebih dahulu. Seorang pemimpin hebat tidak mendengar dengan telinganya, tetapi dengan hati nuraninya.
Pemimpin yang ideal harus bisa mengayomi, mendengar, dan melakukan aksi nyata untuk lingkungan yang dipimpinnya. Oleh karena itu, dibutuhkan SMART (Skill, Magnanimous, Attitude, Religious, dan Toil) leadership agar mampu menciptakan tata kelola kepemimpinan yang efektif, bersih, dan terarah. Pemimpin dengan SMART leadership adalah sosok yang ideal untuk mendukung perubahan ke arah yang lebih baik, terstruktur, dan terintegrasi.
Skill merupakan salah satu kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam menggunakan akal, pikiran, dan kreativitasnya untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Pemimpin yang ideal hendaknya memiliki 2 skill untuk memudahkannya dalam memimpin yaitu soft skills dan hard skills. Soft skills adalah keterampilan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.  Hard skills merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya.
Pemimpin yang memiliki dasar pendidikan dan organisasi yang baik akan mudah berkomunikasi dengan siapapun, baik itu dengan sesama teman politik, masyarakat bahkan dengan para tokoh besar pemimpin dunia dalam bertukar ide untuk mewujudkan kemajuan ke arah yang lebih baik. Dasar organisasi akan menjadi pengalaman yang sangat penting dalam berkomunikasi, musyawarah, dan mengambil keputusan yang penting.
Magnanimous merupakan sifat rendah hati yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam mewujudkan suasana kepemimpinan yang harmonis, aman, dan tentram. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang tidak memiliki jiwa kesombongan dalam dirinya. Kriteria ini mengharuskan seorang pemimpin yang rendah hati sehingga mampu memposisikan dirinya sama dengan orang lain dan sanggup menghargai orang lain dengan tulus.
Kemampuan untuk mendengarkan kata hati orang lain erat kaitannya dengan keberhasilan seorang pemimpin. Mendengarkan kata-kata orang lain bukan berarti kita harus setuju dengan materi pembicaraannya, tetapi belajar untuk mengerti dan menghormati orang lain. Dengan menghormati dan menghargai orang lain sama halnya dengan menghormati diri sendiri.
Pemimpin yang hebat selain memiliki skill memimpin juga harus memiliki attitude yang baik sehingga mampu mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya untuk selalu menjaga integritas diri masing-masing. Attitude seorang pemimpin menjadi suatu kriteria dalam membentuk kepercayaan terhadap orang yang dipimpinnya. Attitude yang baik cenderung menggambarkan sosok yang baik, teladan, dan bertanggung jawab. Sosok tersebut merupakan kriteria pemimpin yang ideal.
Attitude sering digunakan untuk mencerminkan kepribadian seorang pemimpin dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan orang lain. Attitude bekerja dengan pikiran dan hati nurani sehingga dapat membentuk moral pemimpin yang baik. Apabila attitude diterapkan pada kehidupan sehari-hari, tujuan seorang pemimpin untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik akan tercapai.
Religious merupakan salah satu kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin sehingga mampu taat dalam menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, bersikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta selalu menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama lain. Seorang pemimpin harus memiliki agama yang diakui secara resmi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang ada. Pemimpin yang beragama cenderung memiliki sifat jujur, amanah, bermoral, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.
Pemimpin yang mampu bekerja keras demi mencapai perubahan ke arah yang lebih baik merupakan salah satu kriteria seorang pemimpin dalam SMART leadership yaitu toil. Pemimpin yang berani bekerja keras akan terus berusaha mewujudkan perkembangan tanpa mengenal kata lelah dan menyerah. Sosok pemimpin harus rela dan ikhlas meneteskan keringatnya demi kemajuan bersama. Keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari kecerdasannya, melainkan dari seberapa banyak usaha dan keringat yang dikeluarkannya.
Pemimpin dengan SMART leadership harus dijadikan panutan untuk melangkah ke arah perubahan yang lebih baik. Jika para pemimpin telah memenuhi 5 kriteria di atas, maka para pemimpin tersebut akan mampu membangun komunikasi dengan siapapun sehingga akan terwujud kemakmuran dan kemajuan bersama. SMART leadership akan mendorong terbentuknya solidaritas antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya.
SMART leadership akan sangat berguna untuk para pemimpin yang berniat meningkatkan kualitas kepemimpinannya. Dengan penerapan SMART leadership untuk calon pemimpin yang akan memimpin maka akan terbentuk sosok pemimpin yang terampil, memiliki kompetensi, pandai berkomunikasi, rendah hati, jujur, pekerja keras, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan amanah. Kriteria seperti itulah yang menggambarkan sosok pemimpin yang ideal. Kriteria pemimpin di atas akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik demi tercapainya tujuan bersama.
















REFERENSI
3.      Huda, Misbahul, dkk. 2017. Menjadi Pemimpin di Era Milenial. Jawa Timur: AKSI Publishing

4.       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANGKI TIMBUN

Distilasi Atmosferik

makalah K3