TANGKI TIMBUN

TANGKI TIMBUN

Tangki timbun (Storage Tank) adalah salah satu peralatan yang digunakan untuk menampung atau menimbun minyak mentah, produk antara (intermediate product), maupun produk jadi baik yang berupa bahan bakar minyak (BBM) atau bukan bahan bakar minyak (non BBM). Tangki timbun dibuat dari bahan lembaran baja karbon dengan bentuk, konstruksi, tipe, dan standar tertentu. Konstruksi tangki yang terdapat pada proses pengolahan minyak dipengaruhi oleh jenis bahan baku atau produk yang ditampung. Pada umumnya pembuatan tangki timbun harus sesuai dan memenuhi syarat, dimana standar yang dipakai dalam perancangan adalah API (American Petroleum Institute) 650.  Fungsi tangki adalah sebagai tempat penimbun bahan baku dan produk agar kilang dapat beroperasi secara terus-menerus. Tetapi meskipun demikian, akan lebih baik apabila tangki tersebut hanya menjadi tempat transit minyak saja. Maksudnya, bahan baku dan produk tidak boleh terlalu lama ditampung. Akan sangat merugikan apabila produk disimpan terlalu lama di dalam tangki karena dapat menurunkan mutu produk sehingga tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Untuk menunjang kelancaran serta keselamatan dalam pengoperasiannya, tangki timbun harus dilengkapi dengan beberapa peralatan serta fasilitas yang sesuai dengan ketentuan teknik operasional dan keselamatan kerja (safety).

a.    Penggolongan Tangki 

Tangki digolongkan berdasarkan tekanan, letak,dan bentuknya. Penjelasannya sebagai berikut:

1.    Berdasarkan Tekanannya (Internal Pressure)

Berdasarkan tekanannya tangki dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Tangki Atmosferik (Atmospheric Tank)

Dalam tangki ini terdapat beberapa jenis, adapun beberapa jenis tangki timbun tekanan rendah ini, yaitu :

1.    Fixed Cone Roof Tank

Digunakan menimbun dan menyimpan jenis fluida dengan tekanan uap rendah (mendekati atmosferik) atau dengan kata lain fluida yang tidak mudah menguap.

2. Tangki Umbrella

Tangki yang memiliki kegunaan yang sama dengan fixed cone roof. Bedanya adalah bentuk tutupnya yang melengkung dengan titik pusat meridian di puncak tangki.

3. Fixed Dome Roof

Memiliki bentuk tutup yang cembung dan ekonomis bila digunakan dengan volume > 2000 m3. Bahkan cukup ekonomis hingga volume 7000 m3 (dengan D < 65 m). Kegunaannya sama dengan fixed cone roof tank.

4. Tangki Horizontal

Menyimpan bahan kimia yang memiliki tingkat penguapan rendah (low volatility), seperti air minum dengan tekanan uap tidak melebihi 5 psi, diameter dari tangki dapat mencapai 12 feet (3,6 m) dengan panjang mencapai 60 feet.

5. Tangki Plain Hemispheroid

Digunakan untuk menimbun fluida dengan tekanan uap sedikit dibawah 5 psi. Tangki tipe Noded Hemispheroid digunakan untuk menyimpan fluida (light naptha pentane) dengan tekanan uap tidak lebih dari 5 psi.

6. Tangki Plain Spheroid

merupakan tangki bertekanan rendah dengan kapasitas 20.000 bbl.

7. Floating Roof Tank

Tangki yang ditujukan untuk penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar atau mudah menguap. Kelebihan penggunaan floating roof tank ini adalah level atau tingkat penguapan dari produk bisa dikurangi dan dapat mengurangi resiko kebakaran.

b. Tangki Bertekanan (Pressure Tank)

Pressure tank atau tangki bertekanan dapat menyimpan fluida dengan tekanan uap lebih dari 11,1 psi dan umumnya fluida yang disimpan adalah produk-produk minyak bumi. Terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

1. Tangki Peluru (Bullet Tank)

Tangki yang lebih dikenal sebagai pressure vessel berbentuk horizontal dengan volume maksimum 2000bbl. Biasanya digunakan untuk menyimpan LPG, Propane butane, H2, ammonia dengan tekanan di atas 15 psig.

2. Tangki Bola (Spherical Tank)

Merupakan pressure vessel yang digunakan untuk menyimpan gas-gas yang dicairkan seperti LPG, LNG, O2, N2 dan lain-lain. Tangki ini dapat menyimpan gas cair tersebut hingga tekanan 75 psi dan volume tangki dapat mencapai 50.000 bbl.Untuk penyimpanan LNG dengan suhu -190 (cryogenic) tangki dibuat berdinding ganda dimana di antara kedua dinding tersebut diisi dengan isolasi seperti polyurethane foam. Tekanan penyimpanan di atas 15 psig.

3. Dome Roof Tank

Digunakan untuk menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar, meledak, dan mudah menguap seperti gasoline. Bahan disimpan dengan tekanan rendah 0,5 psi sampai 15 psig

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Distilasi Atmosferik

makalah K3