Sifat-Sifat Fisika Minyak Bumi

Sifat-sifat Fisika minyak bumi merupakan sifat rata-rata dari campuran senyawa hidrokarbon, seperti halnya cairan-cairan lainnya. Kuantitas minyak bumi diukur berdasarkan volumenya, ukuran yang dipergunakan di Indonesia adalah meter kubik atau sering juga ton. Didunia perdagangan yang terutama dikuasai oleh perusahaan Amerika digunakan satuan barrel (disingkat bbl), yaitu kira-kira sama dengan 159 liter. Sering kali harus dibedakan antara volume minyak bumi dibawah tanah yang dikatakan reservoir barrel dan stock tank barrel karena faktor penciutan dimana kira-kira 5/8 stock tank barrel adalah sama dengan satu barel reservoir. Penciutan ini disebabkan karena minyak mentah selalu mengandung gas sebagai larutan. Perlu dijelaskan disini bahwa ton untuk minyak bumi bukanlah satuan berat, tetapi sebetulnya adalah 1 meter kubik ataupun juga disebut 1 kilo liter (kl).

1. Berat Jenis (Specific Gravity).
Kualitas minyak bumi yang penting dan mempunyai nilai dalam perdagangan adalah berat jenis atau Specific Gravity. Di Indonesia biasanya berat jenis dinyatakan dalam fraksi, misalnya 0,8 ; 0,9 dan sebagainya. Dalam dunia perdagangan terutama yang dikuasai perusahaan Amerika, berat jenis ini dinyatakan dalam oAPI Gravity.                     
oAPI gravity minyak bumi sering menunjukkan kualitas minyak bumi tersebut, makin kecil berat jenisnya atau makin tinggi derajat API nya, minyak bumi itu makin berharga, karena lebih banyak mengandung fraksi ringan. Sebaliknya makin rendah derajat API nya atau makin besar berat jenisnya, mutu minyak bumi itu kurang baik karena lebih banyak mengandung lilin atau residu asphalt. Namun dewasa ini, dari minyak bumi yang beratpun dapat dibuat fraksi bensin lebih banyak dengan sistim Cracking dalam pengolahan.Walaupun demikian tentu proses ini memerlukan yang lebih banyak lagi. Perbandingan antara skala yang menggunakan berat jenis dengan derajat API, terlihat pada tabel sebagai contoh, berat jenis air sama dengan satu sesuai dengan 10 derajat API. Berat jenis 0,8750 sama dengan 30,2 derajat API sedangkan berat jenis 0,8235 adalah 40,3 derajat API. Berat jenis 0,778 itu sama dengan 50,4 derajat API. Perlu dicatat disini bahwa yang dimaksud dengan berat jenis adalah berat jenis keseluruhan minyak mentah tersebut, jadi semua fraksi. Selain itu berat jenis minyak bumi tentu juga tergantung pada temperatur, lebih tinggi temperatur makin rendah berat jenisnya.


Contoh Specifikasi Crude Oil.
Origin
Crude
Loading Port
oAPI
Sulfur % wt
Pour Point oC

Indonesia


Saudi Arabia

Iran
Iraq
Brunei
Malaysia
Mexico
Venezuela


Minas

Attaka

Arabian Light
Arabian Heavy
Iranian Light

Basrah Light

Seria
Labuan
Isthmus
Merey 18

Dumai
Santan
Ras Tanura
Ras Tanura
Kharg Island
Khor Al Amaya
Seria
Labuan
Salina Cruz
Puertola Cruz

34,5
43
34
27
34
35
36
33
34
18

0,08
0,06
1,72
2,70
1,45
2,17
0,07
0,06
1,54
2,3

+ 32,5
-          75
< - 15
< - 20
- 27,5
- 32,5
+ 10
+ 12
_ 35
- 15



2     Viscositas (Viscosity).
Kualitas lain dari pada minyak bumi adalah viskositasnya. Viskositas adalah daya hambatan yang dilakukan oleh cairan jika suatu benda berputar dalam cairan tersebut, satuan viskositas ialah sentipoise. Kadang-kadang viskositas dinyatakan dalam waktu yang diperlukan oleh suatu berat minyak bumi untuk mengalir didalam suatu pipa kapiler, sehingga viskositasnya dikenal dalam viskositas kinematik. Pada umumnya makin tingi derajat API atau makin ringan minyak bumi tersebut, makin kecil viskositasnya dan berlaku sebaliknya.
3.      Titik Nyala (Flash Point).
Titik nyala adalah suatu titik dimana pada temperatur terendah minyak bumi cukup uap untuk menyambar suatu percikan api sehingga terjadi pembakaran sesaat.
Makin tinggi gravity API nya titik didihnya makin rendah, maka jelaslah flash point juga makin rendah dan mudah dapat terbakar karena percikan api. Flash point mempunyai arti sangat penting, makin rendah tentu makin mudah terbakar, sebaliknya makin tinggi flash point mengurangi kemungkinan terbakarnya minyak bumi.

4.      Warna.
Minyak bumi juga memperlihatkan berbagai macam warna yang sangat berbeda. Minyak bumi tidak selalu berwarna hitam, adakalanya malah tidak berwarna sama sekali. Pada umumnya warna itu berhubungan dengan berat jenisnya. Kalau berat jenisnya tinggi, warna jadi hijau kehitam-hitaman, sedangkan kalau berat jenis rendah warna coklat kehitam-hitaman. Warna ini disebabkan karena berbagai pengotoran, misalnya oksidasi senyawa hidrokarbon, karena senyawa hidrokarbon sendiri tidak memperlihatkan warna tertentu.

5.      Fluoresensi.
Minyak bumi mempunyai suatu sifat Fluoresensi, yaitu jika terkena sinar ultra violet akan memperlihatkan warna yang lain dari warna biasa. Warna fluoresensi minyak bumi ialah kuning sampai kuning keemas-emasan dan kelihatan sangat hidup.
Sifat fluoresensi minyak bumi ini sangat penting karena sedikit saja minyak bumi terdapat pada kepingan batuan atau lumpur pemboran memperlihatkan fluoresensi secara kuat, sehingga mudah dideteksi dengan mempergunakan lampu ultra violet.
Pada waktu pemboran seringkali lapisan minyak dibor kemudian tertutup lumpur, sehingga minyak yang terdapat dalam lapisan tersebut tidak dapat menyembur keluar dengan sendirinya. Minyaknya sendiri karena berwarna hitam dan juga bercampur dengan minyak pelumas pemboran, sering kali sukar dibedakan dalam lumpur pemboran. Minyak pelumas lumpur pemboran biasanya tidak menunjukkan fluoresensi sedangkan minyak mentah menunjukkan fluoresensi, maka dalam meneliti serbuk pemboran dipergunakan sinar ultra violet. Jika suatu lapisan minyak ditembus, warna fluoresensi pada lumpur akan kelihatan sebagai tanda-tanda adanya minyak.

 6.      Indeks Refraksi.
Minyak bumi memperlihatkan berbagai macam indeks refraksi dari 1,3 sampai 1,4. Perbedaan indeks refraksi tergantung dari derajat API nya atau berat jenisnya. Makin tinggi berat jenisnya atau makin rendah derajat API nya akan tinggi pula indeks refraksinya, sedangkan makin ringan makin rendah indeks refraksinya.
Hal ini terutama diperlihatkan oleh parafin, misalnya dekan mempunyai indeks refraksi 1,41 sedangkan pentan 1,35 jadi makin kecil atau makin sedikit jumlah atomnya makin rendah indeks refraksinya, makin tinggi nomor atomnya, makin kompleks susunan kimianya makin tinggi indeks refraksinya.


7.      Bau.
Minyak bumi ada yang berbau sedap dan ada pula yang tidak, yang biasanya disebabkan karena pengaruh molekul aromat. Minyak bumi biasanya berbau sedap, yang terutama disebabkan karena mengandung senyawa nitrogen ataupun belerang. Adanya H2S juga memberikan bau yang tidak sedap, golongan parafin dan naphthen biasanya memberikan bau yang sedap.

8.      Nilai Kalori.
Nilai kalori minyak bumi adalah jumlah panas yang ditimbulkan oleh satu gram minyak bumi, yaitu dengan meningkatkan temperatur satu gram air dari 3,5 derajat Celcius sampai 4,5 derajat Celcius dan satuannya adalah kalori.
Ternyata ada juga hubungan antara berat jenis dengan nilai kalori.
Misalnya berat jenis minyak bumi antara 0,75 atau gravity API 70,6 sampai 57,2 memberikan nilai kalori antara 11.700 sampai 11.750 kalori pergram dan berat jenis antara 0,9 sampai 0,95 memberikan nilai kalori 10.000 sampai 10.500 kalori per gram. Pada umumnya minyak bumi mempunyai nilai kalori 10.000 sampai 10.800 dan hal ini boleh kita bandingkan dengan kalori batubara yang berada diantara 5.650 sampai 8.200 kalori per gram.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANGKI TIMBUN

Distilasi Atmosferik

makalah K3