gas bumi


GAS BUMI

1.   Komposisi Kimia Gas Bumi
Gas bumi atau gas alam  atau “natural gas” merupakan senyawaan hidrokarbon,  karena senyawa ini sebagian besar disusun oleh unsur carbon (C) dan hidrogen (H) dan sebagian kecil lain berupa senyawa non hidrokarbon sebagai impurities seperti sulfur (S), oksigen (O), nitrogen (N) dan beberapa logam.
Gas alam adalah suatu zat yang terdiri dari bermacam-macam senyawa hidrokarbon yang pada kondisi atmosferis berupa gas. Disamping itu juga terdapat senyawa non hidrokarbon sebagai impurities misalnya Nitrogen (N2), carbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S) dan uap air.
Sama seperti minyak bumi, komposisi gas alam  antara satu dengan lainnya berbeda–beda,  hal ini sangat bergantung pada jenis dan besarnya kandungan komponen (kompisisi) didalam gas alam, lokasi sumur gas, umur lapangan gas dan juga kedalaman sumur.
Gas-gas hidrokarbon yang biasanya ditemukan di dalam gas alam ketika diproduksi biasanya disebut wet gas terdiri dari methane, ethane, propane, butane, pentane dan dalam tingkat yang lebih kecil yaitu hexane, heptane, octane dan komponen yang lebih berat. Fraksi berat ini dihilangkan kemudian gas kering (dry gas) disalurkan melalui pipa terutama sebagai campuran dari methane dan ethane dimana porsi yang paling besar adalah methane.

2.  Klasifikasi Gas Alam
Ada dua klasifikasi umum gas alam yaitu :
a.    Non associated gas : yang terjadi  secara alamiah berupa fase gas dan tidak berasosiasi dengan sumber minyak bumi.
b.    Associated gas : dimana gas bisa berupa gas cap (associated) atau sollution (dissolved) yaitu gas tersebut larut dalam minyak bumi pada sumbernya.

 Contoh Komposisi Gas Bumi di Indonesia

Komponen
Lokasi Sumur Gas
Belida Field
Laut Natuna Barat
 (% mol)

Cepu Fielld
(% mo)
Arun Field
Daerah Aceh
(% mol)
Methane, CH4
97,89
68,95
85,59
Ethane, C2H6
0,65
5,25
4,69
Propane, C3H8
0,14
8,27
3,11
Iso Butane (I-C4H10)
0,08
2,64
0,59
Normal Butane  (n-C4H10)
0,015
3,75
0,64
Iso Pentane  (I-C5H12)
0,016
1,54
0,21
Normal Pentane (n-C5H12)
0,0029
1,19
0,11
Hexane Plus (C6H14) Plus
0,012
2,18
0,20
Nitrogen (N2)
0,57
Trace
0,04
Carbon dioksida (CO2)
0,58
6,23
4,88
Hidrogen sulfide (H2S)
0,00
0,00
0,00

            Gas alam yang masih mengandung banyak kontaminan/impurities terutama gas asam disebut sebagai sour gas (gas asam), sedangkan  gas alam yang mempunyai kandungan kontaminan gas asam rendah disebut sebagai sweet gas.
            Adapun kontaminan/impurities gas asam tersebut diantaranya adalah :
a). Hidrogen Sulfida (H2S)
Adalah suatu gas tak berwarna, lebih berat dari udara, sangat beracun, korosif dan berbau. Penanganan yang serius harus dilakukan pada daerah yang terdapat H2S.
b). Carbon Dioksida  (CO2)
Adalah suatu gas inert yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini akan menurunkan nilai pembakaran (heating value) dari gas alam bila dikombinasi dengan adanya air akan membentuk senyawa korosif. CO2 tidak beracun dan mudah larut dalam air.
c).  Merkaptan sulfur dan senyawa sulfur yang lain
Adanya senyawa merkaptan dan senyawa sulfur yang lain akan menyebabkan korosi, bau dan  pencemaran lingkungan bila gas tersebut dibakar.

3.   Sifat Gas Alam
Dalam proses pengolahan gas, sifat-sifat fisis gas merupakan parameter yang penting untuk memprediksi perilaku gas dalam tiap kondisi operasi. Dimana nantinya dapat dibuat cara penanganannya yang sesuai dan aman. Beberapa sifat-sifat fisik gas yang penting yaitu :
a.   Kompresibilitas
b.   Berat molekul
c.  Density
d.   Specific gravity
e.  Bubble point
f.    Dew point
g.   Tekanan uap
h.   Temperatur kritis
i.     Tekanan kritis
j.     Specific heat (panas jenis) gas
k.   Kalor laten
l.    Viskositas
m.  Panas peleburan
n.    Nilai kalori

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANGKI TIMBUN

Distilasi Atmosferik

makalah K3