Distilasi Vakum
PROSES DISTILASI VAKUM
Proses distilasi vakum adalah suatu proses
lanjutan dari distilasi atmospheric dimana minyak bumi dipisahkan berdasarkan
perbedaan titik didih dari masing-masing komponen dalam suatu campuran.
Distilasi vakum ini dimaksudkan untuk memisahkan minyak yang terkandung dalam
produk long residu dari distilasi atmospheric yang tidak dapat dipisahkan dalam
kondisi atmospheric, karena minyak-minyak tersebut mempunyai titik didih diatas
suhu crack nya sehingga dengan tekanan vakum minyak tersebut titik didihnya
akan turun dan dapat dipisahkan pada suhu dibawah suhu crack dalam tekanan
dibawah atmospheric (tekanan vakum). Residue yang didapat dari distilasi
atmosferik ini tidak dapat dipisahkan dengan distilasi atmosferik, apabila
dipanaskan pada tekanan atmosfir akan terjadi cracking sehingga akan merusak
mutu produk dan menimbulkan tar (coke) yang kemudian dapat memberikan kebuntuan
pada tube dapur. Dengan cara penyulingan dibawah tekanan atmosfir atau tekanan
vakum fraksi-fraksi yang terkandung didalam long residue dapat dicovery. Prinsip ini didasarkan pada hukum fisika
dimana zat cair akan mendidih dibawah titik didih normalnya apabila tekanan
pada permukaan zat cair itu diperkecil atau vakum. Untuk memperkecil tekanan
permukaan zat cair dipergunakan dengan alat jet ejector dan barometric
condensor. Pada prinsipnya proses vakum ini tidak jauh
dari proses distilasi atmosferik. Proses distilasi vakum
pada sistim vakum proses berlangsung dibawah kondisi normal + 30 - 35
mmHg dengan tujuan untuk menurunkan titik didihnya.
Seperti halnya pada
distilasi atmosferik, maka pemisahan fraksi menyangkut dua kegiatan yaitu :
1.
Evaporation.
Yaitu memanaskan cairan
hingga menjadi uap.
2.
Condensasi.
Proses
pengembunan uap menjadi cair kembali.
Secara umum proses
distilasi vakum untuk long residue
ditujukan untuk :
1. Pemisahan distilate vacum untuk menghasilkan lube base stock dan
distilasi covery misal : untuk feed cracking.
2. Rate distilasi produk-produk setelah proses ekstraksi.
3.
Rate distilasi produk spesial.
1. Proses Alir.
Long residue dari tangki
penimbun dengan menggunakan pompa dimasukkan ke unit Hight Vacuum Unit (HVU)
yang mana sebelum masuk kolom dilewatkan dulu kedalam preheater untuk
mendapatkan pemanasan awal, kemudian masuk ke dapur (furnace) untuk mendapatkan
pemanasan yang dikehendaki pada temperatur + 370oC. Long residue keluar dapur
dimasukkan kedalam kolom distilasi dibagian flash zone, disini akan terjadi
pemisahan antara uap dan cairannya. Uap naik keatas yang terdiri dari uap
distilate dan uap air dari steam stripping dan cross over steam. Steam croos over adalah
steam yang diinjeksikan kedalam umpan sebelum memasuki ke seksi readiasi
didalam dapur yang berfungsi untuk mengurangi waktu tinggal feed didalam dapur.
Sedangkan steam stripping dari dasar kolom untuk membantu penguapan fraksi
ringan yang terikut pada fraksi beratnya.
Uap yang naik
keatas akan terpisah-pisah sebagai produk :
-
LVGO
-
SPO
-
LMO
-
MMO
-
Black Oil.
Adapun produk-produk
diambil dari top puncak kolom adalah gas dan light oil, kemudian dari tray atas
kebawah adalah LVGO, SPO, LMO, MMO dan black oil kemudian masuk ke stripper
untuk dipisahkan fraksi-fraksi ringannya yang masih terikut. Sedangkan produk bottom
coloum adalah short residue dan dioleh kembali di unit Cracking atau di Unit
Asphalt Plant.
2. Produk-Produk dan Kualitasnya.
Dalam proses Hight Vacuum
Unit kualitas produk yang diutamakan adalah kekentalan (viscositas) disamping %
yield produk. Untuk menjaga kekentalan yang diharapkan setiap produk dengan
cara menaikkan reflux ke tray diatas draw offnya.
Dari distilasi vakum
didapatkan hasil-hasil sebagai berikut :
a.
LVGO (Light
Vacum Gasoil)
LVGO yang dihasilkan dari
distilasi vakum diproses secara lanjut di unit Cracking.
b.
SPO (Spindel Oil).
Secara umum kekentalan
dijaga antara 12,5 - 14 Cst pada 140oF, diproses lebih lanjut untuk
bahan baku Lube
Base Stock SAE 10.
c.
LMO (Light
Mechine Oil).
Viscositas LMO dijaga
antara 26 - 27 Cst pada 140oF diproses lebih lanjut untuk bahan baku Lube Base Stock SAE
20.
d.
MMO (Medium
Mechine Oil).
Viscositas MMO dijaga
antara 62 - 65 Cst pada 140oF diproses lebih lanjut untuk bahan baku Lube Base Stock SAE
30.
e.
Short
Residue.
Viscositas Short Residue
dijaga minimum 460 Cst pada 210oF diproses lebih lanjut untuk Asphal
atau coke.
Pemeriksaan kualitas
produk.
a.
Specifig Gravity 60/60oF
b.
Viscositas Kinematik
c.
Viscositas Redwood I
d.
Flash Point
e.
Pour Point
f.
Colour
g.
Refractive Index
h.
Water Content
i.
Sulphure Content
j.
Distillation ASTM D.1160
3. Variabel Proses.
Variable proses merupakan
faktor-faktor (variable-variable) yang mempengaruhi terjadinya proses itu.
Pengaturan variable proses amatlah penting karena untuk mendapatkan kualitas
maupun kuantitas produk yang dikehendaki. Perubahan variable proses akan
mengakibatkan penyimpangan yang menyeluruh terhadap kualitas maupun kuantitas
produk. Oleh karena itu kontrol terhadap kualitas produk dilaboratorium sangat
penting karena untuk mengetahui apakah ada penyimpangan-penyimpangan dari
variable proses.
Variable proses yang pokok
yang perlu untuk dikendalikan secara cermat didalam proses distilasi vakum
adalah :
a.
Temperatur.
Suhu merupakan dasar dari
pemisahan di dalam distilasi vakum, suhu harus dicapai pada keadaan tertentu
untuk memperoleh fraksi-fraksi yang dikehendaki. Pengaruh suhu di dalam
suatu proses distilasi merupakan faktor yang sangat menentukan, karena pada
proses ini terjadi pemisahan atas komponen-komponen campuran berdasarkan titik
didihnya. Sebagai contoh suhu di
dapur harus dicapai untuk menyelesaikan tugas pemanasan dan penguapan sehingga
suhu itu memenuhi suhu di flash zone. Apabila suhu terlalu
rendah maka produk yang dihasilkan jumlahnya akan sedikit (penurunan yield)
karena fraksi-fraksi yang teruapkan jumlahnya sedikit. Apabila temperatur terlalu
tinggi menghindari terjadi perengkahan dari umpan.
b.
Kevakuman.
Pada distilasi vakum
tekanan vakum dijaga konstant, bila tekanan jatuh mempengaruhi proses
fraksinasi. Pada dasarnya bila tekanan makin rendah penguapan makin baik jumlah
steam yang dipergunakan makin besar, bila
tekanan makin tinggi penguapan tidak sempurna akibatnya fraksi berat
banyak mengandung fraksi ringan. Kevakuman di Flash Zone sekitar 100 - 200 mm
Hg absolute.
c.
Kualitas Umpan.
High Vacuum Unit ini
dirancang untuk mengolah long residue dengan kekentalan pada 100oF
visc. Sec RI
yaitu sekitar 1800 - 2800.
Jika kekentalan residue
lebih rendah akan berakibat antara lain :
1).
Produk vakum gas oil berlebihan.
2).
Beban dapur naik.
3).
Beban pemisah naik
4).
Beban jet ejector naik
d.
Aliran Reflux.
Pengaturan aliran reflux
disamping untuk mengatur gradient suhu dalam menara juga secara otomatis
digunakan untuk mengatur kekentalan dari produk.
Menaikkan
aliran reflux akan menaikkan ketajaman fraksinasi, tetapi juga akan menaikkan
beban menara.
4. Peralatan Proses
Didalam proses distilasi vakum
peralatan-peralatan yang digunakan antara lain:
a.
Pompa.
Pompa digunakan untuk
memindahkan feed maupun produk dari tangki ke tangki maupun dari tangki ke
peralatan proses lainnya atau sebaliknya. Pompa mempunyai
bermacam-macam jenisnya misalkan pompa centrifugal, pompa piston dan
lain-lainnya.
b.
Heat Exchanger.
Heat Exchanger atau alat
penukar panas yang berfungsi untuk berlangsungnya proses perpindahan panas
antara fluida satu ke fluida lainnya atau dari fluida panas ke fluida yang
lebih dingin yang saling mempunyai berkepentingan.
Atau sering juga dikatakan
Heat Axchanger adalah perpindahan panas antara umpan dengan produk sebagai
media pemanasnya.
c.
Furnace / Dapur.
Furnace disini yang
dimaksud adalah berfungsi sebagai tempat mentransfer panas yang diperoleh dari
hasil pembakaran bahan bakar. Didalam dapur terdapat pipa-pipa yang dipanaskan
dengan tersusun sedemikian rupa sehingga proses pemindahan panas dapat
berlangsung sebaik mungkin. Minyak yang dialirkan melalui pipa-pipa tersebut akan
menerima panas dari hasil pembakaran didalam dapur hingga suhunya yang
dikehendaki.
d.
Kolom Distilasi.
Kolom distilasi adalah
bejana berbentuk silinder yang terbuat dari bahan baja dimana didalamnya
dilengkapi dengan alat kontak (tray) yang berfungsi untuk memisahkan
komponen-komponen campuran larutan. Didalam kolom tersebut dilengkapi dengan
sambungan-sambungan untuk saluran umpan, hasil samping reflux, reboiler, produk
puncak dan produk botom dan steam stripping.
Kolom tersebut dilengkapi
perlengkapan yang dipasang didalamnya antara lain :
1).
Plate.
Plate berfungsi sebagai
alat kontak antara uap dan cairan.
2).
Scoupentuter.
Yaitu suatu alat yang
berfungsi agar uap dan cairan dari umpan yang masuk ke menara terpisah dengan
baik. Alat ini dipasang didaerah flash zone.
3).
Demister wire mesh.
Alat ini berfungsi untuk
mencegah terikutnya cairan berat ke fraksi yang ringan dan dipasang dibawah
draw off.
4).
Reflux distributor.
Reflux distributor ini
fungsinya untuk penyebaran cairan yang masuk agar lebih merata dan dipasang
pada reflux masuk menara.
5).
Vortex
breaker.
Gunanya untuk mencegah
pusingan aliran, agar uap tidak ikut oleh pompa dan alat ini dipasang pada
dasar menara.
e.
Kolom Stripper.
Kolom Stripper bentuk dan
konstruksinya seperti kolom distilasi, hanya pada umumnya ukurannya lebih
kecil. Peralatan ini berfungsi untuk menajamkan pemisahan komponen-komponen
dengan cara mengusir atau melucuti fraksi-fraksi yang lebih ringan didalam
produk yang dikehendaki.
Prosesnya adalah penguapan
biasa, yang secara umum untuk membantu penguapan fraksi ringan tersebut dengan
dibantu injeksi steam ada juga yang ditambah dengan reboiler.
f.
Condensor.
Hasil puncak kolom yang
berupa uap tidak dapat ditampung dalam bentuk demikian rupa, oleh karena perlu
untuk diembunkan sehingga bentuknya berubah menjadi cairan/condensat. Untuk
mengubah uap menjadi cairan/condensat tersebut dilewatkan condensor agar
terjadi pengembunan dengan media pendinginnya biasanya adalah air.
Panas yang diserap didalam
condensor sebagaimana panas pengembunannya (untuk merubah fase uap menjadi fase
cair) dalam hal ini setara dengan panas latennya. Secara teoritis penyerapan
panas didalam condensor tanpa diikuti dengan perubahan suhu.
g.
Cooler.
Bentuk dan konstruksi
cooler seperti halnya pada condensor, hanya fungsinya yang berbeda. Cooler
berfungsi sebagai peralatan untuk mendinginkan produk yang masih panas yang
mempunyai suhu tinggi yang tidak diijinkan untuk disimpan didalam tangki. Jika
condensor berfungsi sebagai pengubah fase dari uap menjadi bentuk cair, maka cooler
lain halnya, yaitu hanya sebagai
penurunan suhu hingga mendekati suhu sekitarnya atau suhu yang aman.
Jika didalam condensor
yang diserap adalah panas latent, sedangkan untuk cooler yang diserap adalah
panas sensible, yaitu panas untuk perubahan suhu tanpa diikuti perubahan fase.
h.
Separator.
Sesuai dengan namanya,
peralatan ini berfungsi untuk memisahkan dua zat yang saling tidak melarut,
misalnya gas dengan cairan, minyak dengan air dan sebagainya. Prinsip
pemisahannya adalah berdasarkan pada perbedaan densitas antara kedua fluida
yang akan dipisahkan. Semakin besar perbedaan densitas antara dua zat tersebut
akan semakin baik/mudah dalam pemisahannya.
i.
Perpipaan.
Perpipaan adalah suatu
sistim jaringan pipa yang menghubungkan dari peralatan satu dengan peralatan
lainnya. Pipa berfungsi sebagai alat penyaluran/ mengalirkan cairan atau gas.
Pipa dibuat dari bermacam-macam jenis bahan misalkan dari baja, karet, PVC dan lain-lain
tergantung dari keperluannya.
Untuk proses pengolahan
minyak pipa yang digunakan biasanya jenis baja dengan paduan carbon.
j.
Instrumentasi
Instrumentasi adalah suatu
alat kontrol yang digunakan didalam proses pengolahan minyak agar proses dapat
terkendali dan aman sehingga apa yang diharapkan dalam proses pengolahan dapat
tercapai.
Contoh
yang dikontrol antara lain flow, temperatur, tekanan, level dan lain-lainya.
k.
Jet Ejector.
Jet ejector adalah suatu
alat untuk membuat kevakuman yang tinggi didalam HVU (Hight Vacum Unit).
Ada
2 macam ejector yang umum dioperasikan :
1.
Dengan steam.
2.
Dengan air yang disebut proses cair.
Ejector cair dipakai untuk
membuat kevakuman yang sedang atau proses pencampuran cairan, sedangakn ejector
dengan steam yang penting untuk membuat dan mempertahankan kevakuman suatu
system dan dapat dilaksanakan dengan single atau multi ejector. Kadang-kadang
dikombinasikan dengan suatu condensor misal Barometric condensor.
Ejector tidak mempunyai
bagian yang bergerak dan beroperasi dengan pemasukan aliran udara/steam atau
cairan dengan tekanan tinggi.
Hal-hal yang mempengaruhi
tekanan vakum didalam Hight Vacum Unit dari suatu kolom adalah :
1.
Tekanan steam pada jet ejector.
2.
Flow dari cooling atau bahan-bahan ringan didalam
feed.
3.
Adanya kebuntuan jet orifice.
4.
Kandungan air atau bahan-bahan
ringan di dalam feed.
Jet
ejector, mempunyai beberapa keistimewaan sehingga dipilih untuk menghasilkan
kondisi vakum secara kontinyu dan ekonomis.
1.
Dapat digunakan campuran uap
basah, kering juga korosif.
2.
Menghasilkan kevakuman yang layak
yang diperlukan dalam operasi industri.
3.
Tersedia dalam semua ukuran untuk
keperluan semua kapasitas kecil maupun besar.
4.
Effisiensi sedang sampai dengan tinggi.
5.
Tidak mempunyai bagian-bagian yang bergerak sehingga
maintenancenya relatif rendah.
6.
Operasi cukup stabil bila korosi bukan faktor
masalah.
7.
Beroperasi stabil dalam ring
perencanaan.
8.
Biaya instalasi relatif rendah
dibanding dengan pompa vakum.
9.
Operasinya sederhana.
Fungsi
Jet Ejector.
Dengan steam sebagai daya
penggeraknya, disini tenaga potensial dari steam dirubah menjadi tenaga kinetik
sehingga terjadi kevakuman didalam ruangan.
Jika kevakuman dirasa
kurang maka dapat dilaksanakan dengan kombinasi dengan Barometric Condensor.
Komentar